Pola Kelompok Perlawanan Irak
Invasi Amrik di Irak, yang tidak didukung oleh PBB, jelas merupakan pelanggaran internasional yang paling menyedihkan di abad 21 ini. Dulu, invasi ini dilakukan dengan alasan adanya senjata pemusnah massal (WMD) dan tuduhan adanya kaitan antara Saddam Hussein dengan Al Qaeda. Namun, sekarang alasannya berubah menjadi isu demokrasi karena alasan terdahulu (WMD dan Saddam-Al Qaeda) ketahuan hanya bohong-bohongan belaka. Alasan demokrasi ini jelas mengada-ada karena dalam sejarahnya, Amrik malah sering menyabotase proses demokrasi di negara-negara lain dengan cara mendukung kudeta, mendukung pemberontakan, dan lain sebagainya.
Kini, situasi di Irak bertambah kacau. Hal ini jelas sekali disebabkan adanya pendudukan Amrik dan Inggris di sana. Hal ini diperparah ketika sesudah invasi, tentara dan polisi Irak, yang semestinya bisa digunakan untuk menjaga situasi, dibubarkan oleh Rumsfeld sama sekali. Ya karuan, tentu saja aparat-aparat keamanan yang dipecat ini kemudian menjadi pemberontak.
Kelompok perlawanan Irak sendiri terdiri dari bermacam-macam faksi dan tentu saja kebanyakan berasal dari rakyat Irak. Ada yang dari kelompok pendukung Saddam, ada yang dari tentara-tentara yang dipecat, ada yang dari kelompok yang menderita akibat pendudukan (sesuai prinsip mati satu tumbuh seribu), dan ada juga yang berdasarkan tribalisme suku. Mereka lebih susah dilawan karena lebih tahu medan dan tentunya lebih tahu seluk beluk Irak luar dan dalam. Sedangkan foreign fighter, kebanyakan anggota Al Qaeda, hanya membentuk kurang dari 10% dari aksi pemberontakan di Irak, itupun kebanyakan bom-bom bunuh diri.
Apabila dilihat dari sudut pandang sejarah, sebenarnya pemberontakan di Irak sekarang ini mempunyai pola yg hampir sama seperti pemberontakan di Irak hampir seabad lalu. Pola2 tersebut berupa pemberontakan yang berbasis monarki dan ada yang berbasis agama. Waktu itu, Inggris yang menjadi aktor kolonialnya. Pemberontakan2 itu berhasil membuat Inggris menelan kerugian biaya yang tidak sedikit. Dan hasil akhirnya, pendudukan Inggris waktu itupun gagal.




Leave a Reply