Konflik Saudara
Seorang miliser berkata: “Kenapa di Irak malah terjadi perang antar saudara sendiri sih?”
Perang memang selalu akan terjadi sepanjang sejarah manusia, apalagi kalau sudah menyangkut masalah politik dan kekuasaan. Di Irak, perang saudara terjadi karena adanya perebutan kekuasaan antar faksi, yaitu faksi pemerintah (boneka) dan faksi pemberontak.
Faksi pemerintah kebanyakan berasal dari kelompok oposisi sewaktu Saddam berkuasa dan mempunyai hubungan dekat dengan Iran, yang ironisnya mau tidak mau harus didukung oleh tentara pendudukan Amrik. Sedangkan faksi pemberontak kebanyakan berasal dari mantan aparat partai Baath yang dipecat karena adanya proses debaathification-nya Bremer setelah invasi.
Proses pemecatan ini yang menyebabkan Irak mengalami anarki sehingga Al Qaeda bisa berkembang di Irak. Padahal sebelumnya, Al Qaeda tidak melihat Irak sebagai daerah yang potensial karena anggotanya jelas akan diburu oleh Saddam dan komposisi penduduk Irak sendiri yang mayoritas merupakan kelompok Syiah.
***
Jadi memang dalam sejarahnya, perang saudara kerap terjadi di daerah yang mengalami pendudukan tentara asing. Tidak hanya di Irak saja, tapi di Irlandia pun juga begitu. Bahkan Prancis juga mengalami perang saudara sewaktu diduduki oleh tentara Nazi Jerman waktu perang dunia 2. Yah… hal ini tidak jauh berbeda lah dengan pra-Indonesia dahulu sewaktu dijajah Belanda.




Leave a Reply