
Buku Ayat-ayat Fitna ini ditulis oleh M. Quraish Shihab dan dibagikan secara gratis, sebagai jawaban dari film Fitna yang menghebohkan beberapa waktu yang lalu. Buku ini berusaha untuk meluruskan kesalahpahaman dari ayat-ayat yang digambarkan dalam film Fitna.
Bagi yang mau membaca, bisa mendapatkan e-booknya di www.lentera-hati.com
Kemarin sempat browsing, mencari-cari plugin wordpress yang bisa menampilkan waktu sholat lima waktu. Rencananya mau aku pasang di situs ini. Tapi akhirnya malah ketemu add-on yang bagus di tempat extension-nya Firefox. Namanya Pray Times! versi 1.1.3.
Kalo mau ikutan pake, meluncur aja ke sini. Tinggal klik “Add to Firefox” seperti biasa, restart Firefox, trus setting optionnya. Pilih locationnya dimana, sama metode kalkulasi yang ingin digunakan. Nanti list waktu sholat akan muncul di status bar, yang ada di bagian kanan bawah browser.
Review sementara: lumayan membantu bagi yang suka berinternet ria (yang terkadang membuat aku lupa waktu). Atau juga, bagi yang suka travelling dan mengalami kesulitan mencari tahu kapan waktu sholat tiba.
Fitna disini artinya chaos, strife (perselisihan??), beda dengan arti fitnah yang sudah umum di telinga kita. Saya sendiri bingung kenapa kata serapannya bisa berbeda. Secara umum, apabila sering mengunjungi situs-situs anti islam seperti Memri, JihadWatch atau HotAir, tidak ada yang baru dari film ini, hanya pengulangan saja.
Misalnya cuplikan terjemahan yang salah dari ayat Alquran yang bisa diklasifikasikan sebagai ayat-ayat perang. Sebagai informasi (cmiiw yah), Alquran memuat ayat-ayat perang dan ayat-ayat damai. Ayat-ayat perang turun dalam konteks peperangan, jadi suasananya laksana dalam perang, sedangkan ayat-ayat perdamaian, suasananya memang damai beneran…
Menurut gw, trailer yang kedua ini lebih lumayan dibanding yang pertama. Suasana emosionalnya lebih berasa. Pemandangan gurun juga udah ada. Otomatis gw jadi bersemangat untuk nonton ni film hehe… ![]()
Kalo mau mencari wallpaper, bisa diliat-liat di situsnya langsung. Di bawah, adalah salah satu gambar yang gw suka. Gw dapet dari multiply-nya Hanung. Gambarnya keliatan orientalis dan eksotis. Sisi kiri gambar yang kosong bisa ditempati sama icon-icon windows, sehingga gambarnya rianti jadi nggak ketutup. Pas sekali.

Akhirnya, setelah aku tunggu sekian lama, film Ayat-ayat Cinta akan beredar di masa liburan akhir tahun ini. Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini dirancang untuk menyongsong liburan Idul Adha, Natal, dan tahun baru. Waktu yang sangat pas untuk menonton film. Aku sendiri sudah tamat membaca novelnya. Bagus memang, sebuah novel pembangun jiwa.
Namun, setelah aku lihat trailernya, rasanya jadi gimana gitu. Sepertinya aku harus menunggu review2 dari yang sudah menonton nih. Kalau komentarnya ok, aku akan tonton. Tapi kalau nggak, ya terpaksa aku akan setia menunggu sampai film ini ditayangkan di TV hehe.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusanku untuk jadi menonton atau tidak. (more…)
Setiap bulan ramadan tiba, yang menjadi pertanyaan setiap muslim adalah apakah pelaksanaan lebaran nanti akan berbeda. Hisab dan rukyat selalu menjadi topik pembicaraan yang hangat dan berulang-ulang. Namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana kita mesti menunggu perhitungan ahli-ahli falak, belakangan ini kita bisa mengetahui hasil perhitungan 1 Syawal (dan bulan-bulan lainnya) secara langsung lewat program komputer yang sudah tersedia secara bebas. Dua diantaranya adalah Moon Calculator dan Accurate Times.
Dari program-program ini, kita bisa mengetahui apakah bulan terbenam sesudah matahari terbenam atau bulan akan terbenam sebelum matahari terbenam. Apabila bulan terbenam sebelum matahari terbenam, maka tanggal bulan akan digenapkan menjadi 30. Namun sebaliknya, bila bulan terbenam sesudah matahari terbenam, maka hari berikutnya sudah masuk awal bulan. Untuk ramadan tahun ini, kita bisa melakukan puasa bersama-sama karena bulan terbenam sebelum matahari terbenam, seperti ditunjukkan dalam gambar di atas.
Belakangan ini video mesum sedang semarak di negeri kita. Tidak hanya di kota besar kayak Jakarta saja, tapi anak-anak SMP dan SMA dari kota-kota kecil pun tak mau ketinggalan. Mereka, dengan antusias, menampilkan daging-dagingnya untuk dipertontonkan kepada khalayak umum.
Kenapa bisa muncul fenomena seperti ini? Apakah moral kita semakin menurun?
Menurut saya, fenomena ini bukan soal moral, tapi lebih diakibatkan karena perkembangan teknologi yang semakin cepat. Diantaranya, menjamurnya HP yang ada kameranya dan penyebaran multimedia yang lebih mudah dan cepat.
Bagaimana dengan moral? Menurut saya, moral kita tetap tidak berubah. Dari dulu ya begitu-begitu juga. Seks pranikah dari dulu banyak terjadi, cuman nggak direkam aja. Bagaimana menurut anda?
Diambil dari situs Harun Yahya.
“Day (yawm)” is repeated 365 times in singular form, while its plural and dual forms “days (ayyam and yawmayn)” together are repeated 30 times. The number of repetitions of the word “month” (shahar) is 12.
Dalam bagian komentar artikel “Quran Online Pake Messenger“, mas Wikan bertanya apakah ada perintah untuk menghitung jumlah kata. Perintah ini, menurut mas Wikan, nantinya akan dipakai untuk mengecek klaim seperti yang tercantum di situs Harun Yahya di atas, bahwa jumlah kata “hari” ada 365. Tergelitik oleh pertanyaan mas Wikan ini, akhirnya saya tanyakan langsung ke admin quran.noble.
Barusan blogwalking sebentar, eh ketemu info menarik di situsnya luthfi yang telah ditanggapi dengan antusias oleh wadehel. Quran online ini tidak hanya di YM aja, tapi MSN Messenger, GTalk, ICQ atau AOL juga bisa.
Pikirku, wah ini cocok banget buat yang suka debat-debatan pake ayat hehe… ![]()
Btw, aku biasanya pakai program Holy Quran Viewer buat nyari terjemahan ayat. Cuman masalahnya, loading programnya terlalu lama. Tapi sekarang sudah bukan masalah lagi sih. Tinggal pake Yahoo Messenger, beres dah.
Wafa Sultan: Reformist or opportunist?
As to the claim that her professor (thought to be Yusef Al-Yusef) was gunned down before her eyes in a faculty classroom at the University of Aleppo, Halabi said the incident never took place. “There was a professor who was killed around 1979, that is true, but it was off-campus and Sultan was not even around when it happened,” he added.
These same critics allege that Islamophobes are most certainly behind the likes of Sultan. They argue that the clip that made her famous was distributed by MEMRI, a media group that purports to independently translate and distribute news from the Middle East when in reality it is promoting a pro-Israeli slant. In an article titled, “Selective Memri,” published on August 12, 2002 by the British newspaper The Guardian, investigative reporter Brian Whitaker wrote: “The stories selected by MEMRI for translation follow a familiar pattern: either they reflect badly on the character of Arabs or they in some way further the political agenda of Israel.”
Sultan’s detractors include not only Muslims but members of the Jewish community as well. In an op-ed piece published in the Los Angeles Times (June 25, 2006) and titled “Islam’s Ann Coulter,” Rabbi Stephen Julius Stein at Wilshire Boulevard Temple, who attended a fundraiser for a local Jewish organization where Sultan was a speaker, wrote, “The more Sultan talked, the more evident it became that progress in the Muslim world was not her interest…. She never alluded to any healthy, peaceful Islamic alternative.”