Lelucon Singa

sekedar coretan biasa seorang khaidar, seorang blogger indonesia

Archive for the ‘Buku’ Category

Ayat-Ayat Fitna

Wednesday, May 7th, 2008

Ayat-ayat Fitna

Buku Ayat-ayat Fitna ini ditulis oleh M. Quraish Shihab dan dibagikan secara gratis, sebagai jawaban dari film Fitna yang menghebohkan beberapa waktu yang lalu. Buku ini berusaha untuk meluruskan kesalahpahaman dari ayat-ayat yang digambarkan dalam film Fitna.

Bagi yang mau membaca, bisa mendapatkan e-booknya di www.lentera-hati.com

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]

Ketika Cinta Bertasbih Lebih Realistis

Wednesday, April 2nd, 2008

Entah mengapa aku sekarang agak males baca-baca buku lagi. Waktu pulang kampung kemarin, tadinya aku udah berencana mau baca buku-buku yang teronggok rapi di perpustakaan kecil yang ada di rumah. Maklum aku ambil cuti 3 hari plus libur tanggal merah 2 hari jadi bisa liburan di kampung sampai seminggu hehe… :D. Namun apa daya, kemalasan tampaknya selalu mendera. Padahal aku udah sengaja nggak membawa konsol PS2-ku.

So, agaknya aku perlu membikin sebuah resolusi: aku mesti baca novel minggu depan. Kenapa novel nggak buku saja? ya karena selain lebih ringan, aku juga menyukai novel dan memendam obsesi untuk menjadi pengarang novel hehe. Entah kapan…

Tapi novel apa ya?

Hm…kayaknya Ketika Cinta Bertasbih (KCB) bisa jadi pilihan yang bagus (I know..I know.. emang rada telat sih). Apalagi untuk mengantisipasi dirilisnya film hasil adaptasi novel karangan Habiburrahman El Shirazy ini yang rencananya mau disutradarai oleh Chaerul Umam (Fatahillah, Kejarlah Daku Kau Kutangkap, Titian Serambut Dibelah Tujuh, dll). Dari beberapa review yang aku baca, Ketika Cinta Bertasbih ceritanya lebih realistis dibanding Ayat-ayat Cinta yang serasa di awang-awang. Lebih membumi dan lebih panjang, sampai 2 buku.

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]

Relasi Publik Mossad

Friday, March 28th, 2008

Mantan kepala CIA, Stansfield Turner, pernah mengatakan bahwa Mossad bukanlah badan intelijen yang excellent, tapi bagus dalam hal public relation. Mossad mampu membuat orang untuk berpikir bahwa mereka tahu segalanya dan bisa melakukan semuanya. Dalam kenyataannya, kemampuan organisasi ini mempunyai beberapa keterbatasan. Simak saja dari peristiwa assasination orang Palestina yang salah sasaran, juga kegagalannya untuk mengumpulkan informasi dalam perang melawan Hizbullah tahun 2006 yang lalu.

Kutipan dari Munich Review:

Former CIA man in Beirut Robert Baer said this about the Mossad–I am translating this from an interview he gave to Al-Jazeera: “Let me tell you something, what people most err in in the Middle East, and I am responsible for my words to the end, is related to Israeli intelligence.  To be sure, they can kill somebody in Paris or Rome or killing the wrong person in Finland or wherever else they did that in [he meant Norway]. To be sure they know Europe and Palestinians, and they know many things about Palestinians, but when it comes to the rest of the Middle East, I have not seen anything from their part that indicated their knowledge of those countries.”

Baca juga:
The Mossad: in the dark
Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S.-Israeli Relationship
Munich Review

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]

My Name is Red-nya Orhan Pamuk

Saturday, March 17th, 2007

Sabtu kemarin, aku pergi ke Istora Senayan karena ada acara Islamic Book Fair di sana. Setelah melihat-lihat beberapa buku yg dipajang, akhirnya kuputuskan untuk membeli novelnya Orhan Pamuk, My Name is Red. Di sana, aku sekalian beli buku History of The Arabs-nya Philip K. Hitti, titipan dari Papabonbon.

Selintas tentang My Name is Red

[Digg] [StumbleUpon] [Lintas Berita]