Walaupun aku udah menemukan dua masjid sampai pake acara kesasar segala, akhirnya aku nggak jumatan di sana. Aku lebih memilih jumatan di kedutaan karena alasan waktu dan bahasa. Waktu aku tanya jam jumatan di sana, kebanyakan menjawab jam tiga. Padahal jam segitu keliatannya udah tanggung banget karena udah deket jam pulang kantor. Nah kalo di kedutaan, jumatannya mulai jam 2. Jadi jam 3 aku udah bisa di kantor lagi.
Lokasi kedutaan Indonesia lumayan jauh juga sih dari kantor. Mesti naik kereta dulu dari Brynseng trus turun di National Theatre. Trus dilanjutkan naik bus nomor 30 jurusan Huk, dan turun di Frogner Kirke lalu jalan kira-kira 150 meter. Pas minggu terakhir, ada perubahan rute. Bis nomor 30 tidak melewati National Theatre. Jadi aku mesti jalan dulu dari National Theatre ke Radhuplassen.
Kira-kira pertengahan Mei, seabis menonton parade di jalan Karl Johans kalo nggak salah, gw sendirian jalan-jalan (jalan kaki beneran ni…) ngubek-ngubek daerah Gronland. Niatnya mau mencari masjid buat jumatan. Soalnya, sewaktu gw liat peta di internet, di daerah Gronland ada gambar lokasi masjid di situ.
Dari peta di internet, kalo mau ke lokasi masjid kita tinggal jalan lurus aja dari Brugata trus Gronland, trus lurus lagi sampai deh di masjidnya.
Sebelum ke masjid yg ada di peta itu, gw punya rencana mau ngecek dulu masjid yang letaknya di dekat stasiun Gronland. Sesampainya di sana, keknya masjidnya masih dalam proyek konstruksi gitu. Pintu-pintunya masih dikunci, trus lantainya juga blom jadi. Akhirnya gw foto-foto aja deh hehe…

Abis dari situ, gw lanjut lagi mencari masjid sesuai petunjuk yang ada di peta. Sesudah jalan kaki agak lama, gw ngerasa ada yg salah nih. Kok masjidnya nggak ketemu-ketemu padahal gw udah jalan lurus dari Gronland. Akhirnya gw ambil jalan ke kiri, abis itu kalo ada belokan gw belok kiri lagi, kayak mau membentuk putaran.
Dua minggu di Oslo, sesuai rencana, kami jalan-jalan ke Holmenkollen. Holmenkollen adalah nama tempat di pinggiran kota Oslo yang merupakan daerah rekreasi olahraga ski sejak abad 19. Tempat ini terkenal dengan menara ski lompatnya dan menjadi arena kejuaraan dunia untuk olahraga ski sejak tahun 1892.

Berangkat agak siang, kami naik kereta metro T-bane dengan tujuan Frognerseteren dan turun di stasiun Holmenkollen. Tadinya gw kira suhu di sono udah agak mendingan, eh… tak tahunya hujan rintik-rintik, suasananya dingin banget, dan ditambah lagi, gw nggak pake jaket…
Habis dari Holmenkollen, kami langsung ke taman Vigeland hehe…

Waktu membaca koran Kompas tadi pagi, nongol iklan satu halaman penuh yaitu berupa penawaran kartu kredit: Kartu Carrefour BCA. Dalam hati saya, wah pas sekali nih. Saya kan sedang mikir-mikir untuk apply kartu kredit. Yah, sekedar buat jaga-jaga kalo nanti dibutuhkan.
Saya coba googling internet, cari informasi tentang kartu kredit ini. Tapi nampaknya masih sedikit yang membahas, mungkin karena termasuk produk baru kali ya…
Berikut, informasinya:
* 5% discount, untuk semua produk private label Carrefour (Harmonie, Bluesky, etc)
* 1.5% RewardBCA (cash back), setiap kali belanja di Carrefour all items, setiap hari sepanjang tahun.
* Fantastic Offers, dari Kartu Kredit BCA di merchant-merchant pilihan.
Jadi tertarik juga sih, apalagi saya termasuk orang yang sering ke Carrefour.
*gambar diambil dari http://alsqtecture.multiply.com
Tadi malam gw nonton Demian di antv. Salah satu aksinya adalah menembus jendela kaca (yang ditutupi kertas koran) di sebuah ruangan wartel. Gw liat sih ruangannya masih baru, kayak abis dibangun. Keknya emang sengaja diset-up buat aksi ini.
Sebenarnya gw pernah liat trik dari Criss Angel yang mirip banget kayak aksinya Demian, di youtube, berikut rahasianya (ini cuman dugaan aja sih). Ada orang yg bertugas memegang bagian ujung koran, ada juga yang memegang di tengahnya. Trus sama aksi copot sepatu segala. Sama plek ![]()
Seminggu ini blog gw keliatannya lebih rame dibanding sebelumnya. Kalo biasanya rata-rata sekitar 40 pengunjung, sekarang trafiknya bisa naik sampai 200 pengunjung, bahkan pernah hampir 400-an.
Naiknya trafik ini bermula dari posting Ayat-Ayat Cinta - Update. Kemudian setelah posting Video Pembunuhan Benazir Bhutto, trafiknya langsung melonjak drastis.
Ada beberapa pelajaran yg bisa dipetik dari naiknya trafik ini:
Indonesia diprediksikan akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia setelah Amrik, China, India, Jepang, dan Brazil. Juga adanya visi Indonesia 2030 yang digodok oleh Yayasan Indonesia Forum dimana Indonesia diramalkan menjadi lima besar dunia. Walaupun masih sekedar prediksi, berita ini cukup menyegarkan setelah belakangan ini selalu mendengar berita-berita yang negatif terutama yang berkaitan dengan korupsi. Saya sendiri optimis Indonesia akan bisa masuk sepuluh besar pada tahun 2030 nanti.
Btw, yang menjadi harapan saya sebenarnya adalah tim sepakbola negara kita. Saya berharap Indonesia mampu lolos masuk turnamen Piala Dunia. Juga, ada beberapa pemain Indonesia yang merumput di Liga Inggris, Liga Itali dan Liga Spanyol. Dengan hal-hal seperti ini, nama Indonesia tentu akan semakin terdengar di seluruh penjuru dunia. Orang-orang yang ignorant, yang tidak bisa membedakan antara Indonesia dan Bali, paling tidak bisa dikurangi. Memang sih, jumlah penduduk tidak berkolerasi dengan prestasi di bidang sepakbola. Sama seperti nasib China, India, dan Amrik di bidang sepakbola dunia.
Tadi malam, saya bersama temen kos, Ibnu dan Ekky, menonton final Piala Asia di Senayan. Ini kali pertama, saya menginjakkan kaki di stadion kebanggaan negara kita he..he..he.. :D. Irak akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini dirayakan dengan pesta kembang api setelah acara penyerahan Piala.
Kalau mau menonton video kembang api-nya, tinggal tekan tombol Play yang ada di bagian tengah kotak.